August 9th, 2016
Dalam Senja
by: SJ
Kau
bagaikan angin, berlalu sekejap mata
Sekilas damaikan hati, kemudian lenyap tiada kata
kuingin mengejarmu, berlari, menembus ruang dan waktu
tapi aku tak bisa,
sungguh ku takkan bisa
menggenggam tanganmu pun aku tak sanggup
Kau
layaknya air di ombak lautan, menerjang tepian hati, tanpa ragu
Aku bersembunyi, menjauh, saat kau menghampiri
Namun tahukah engkau? saat kepergianmu menuju hamparan laut yang biru, diri ini takjub,
aku penuh harap kau kembali,
Tapi, cemas tetap menghantui
aku tak mampu
Sungguh ku takkan mampu
menatapmu bayangmu pun aku tak sanggup
Kau,
oh tidak, sudahlah,
terbanglah seperti angin, raih tujuanmu
tak perlu menoleh, menggapaimu mustahil bagiku
tetaplah biru di tengah hamparan laut,
karna di tanganku, warnamu takkan terlihat.
Namun,
Kembalilah, saat kau hilang arah
saat laut tak lagi biru
Jangan ragu
Karna kenangan bukan hanya dalam memori,
Ia juga telah menyentuh hati
Tenanglah
Aku tetap menantimu,
dalam senja
bagaikan angin, berlalu sekejap mata
Sekilas damaikan hati, kemudian lenyap tiada kata
kuingin mengejarmu, berlari, menembus ruang dan waktu
tapi aku tak bisa,
sungguh ku takkan bisa
menggenggam tanganmu pun aku tak sanggup
Kau
layaknya air di ombak lautan, menerjang tepian hati, tanpa ragu
Aku bersembunyi, menjauh, saat kau menghampiri
Namun tahukah engkau? saat kepergianmu menuju hamparan laut yang biru, diri ini takjub,
aku penuh harap kau kembali,
Tapi, cemas tetap menghantui
aku tak mampu
Sungguh ku takkan mampu
menatapmu bayangmu pun aku tak sanggup
Kau,
oh tidak, sudahlah,
terbanglah seperti angin, raih tujuanmu
tak perlu menoleh, menggapaimu mustahil bagiku
tetaplah biru di tengah hamparan laut,
karna di tanganku, warnamu takkan terlihat.
Namun,
Kembalilah, saat kau hilang arah
saat laut tak lagi biru
Jangan ragu
Karna kenangan bukan hanya dalam memori,
Ia juga telah menyentuh hati
Tenanglah
Aku tetap menantimu,
dalam senja






0 komentar:
Post a Comment