Tuesday, 16 August 2016

AKU JOMBLO



AKU JOMBLO
By : Edelweiis (Faedah)



Di tengah keheningan kelas yang sedang istirahat, 
tinggallah aku dan ke lima sahabatku yang sedang dilanda rasa malas untuk keluar kelas, 
bahkan hanya untuk melihat keadaan di luar..

mau cerita apa nih?“ tiba-tiba Ila memecah kaheningan diantara kami sambil duduk di sampingku.
bagaimana kalau cerita tentang cinta pertama“ jawab Elmy, sahabatku yang paling pintar.
kayaknya seru tuh” timpal Zahra, sahabatku yang cerewet.
mulai dari siapa dulu nih? lanjut Izka, sahabatku yang cubby, sambil menatap kita semua satu persatu….tajem banget cuy.
aku ngikut aja deh “ jawab Dian dengan santai , sahabatku yang kalem.
 
Dan aku (sahabat mereka yang paling muda, hehehe dan pemalu) hanya diam mengiyakan.

Satu per satu sahabatku telah manceritakan kisah cinta pertama mereka, dan kini giliranku yang bercerita.   
Aku hanya bercerita tentang kapan aku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Entah mengapa, aku malu untuk bercerita tentang cinta pada siapa pun bahkan sahabatku sendiri.

Fiya ngak seru nih“ ledek Izka, diikuti dengan sahabatku yang lain.

Bahkan ketika mereka mendesakku, sungguh aku tidak bisa. Aku hanya menanggapinya dengan senyam-senyum.

Dimata sahabat-sahabatku, aku terkenal sebagai anak yang polos dan tidak peduli dengan dunia percintaan, dan hasilnya aku masih jomblo.   
Dan jika ada sebuah nominasi untuk jomblo paling awet, mungkin aku termasuk salah satunya, hehehe...

bayangin aja, 
dari zaman prasejarah hingga zaman sekarang ngak pernah merasakan yang namanya pacaran, awet banget kan ? 

Tapi, aku jomblo bukan karena tidak laku ya, 
banyak hal yang membuatku memilih untuk jomblo, salah satunya, menurutku pacaran itu cuman buang-buang waktu saja.

Masih banyak, bahkan sangat banyak hal positif yang bisa dilakukan selain pacaran, 
aku juga tidak habis pikir kok ada ya orang yang mau diatur sana sini sama pacarnya, orang yang belum tentu menjadi jodohnya. 
Dan yang paling penting dilarang keras dalam agama. 

Dalam Al-Quran pun dikatakan bahwa “janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji.
Tuh kan, mendekatinya saja dilarang apalagi dilakukan. Naudzubillah….

Aku bahkan sangat bersyukur tidak pernah mengalami yang namanya pacaran, terhindar dari yang namanya sakit hati gara-gara cowok, galaulah, apalah dan sejenisnya. Seperti nasehat salah satu sahabatku

Fiya, jangan pernah coba yang namanya pacaran, pacaran itu menguras air mata dan bikin sakit hati, mending langsung nikah aja” nasehatnya mantep amat ya…..

Kecuekanku dengan dunia percintaan, membuatku sibuk dengan duniaku sendiri.  
Ya aku sebut dengan dunia buku. Menjelajah kisah inspiratif lewat buku sangatlah luar biasa, hingga aku merasa berada dalam lingkaran tumpukan buku dengan aromanya yang khas sangatlah menyenangkan.   

Sampai suatu ketika aku menemukan novel yang sangat inspiratif. 
Eka Y Salem, penulis novel HATIKU BERHENTI DI KAMU.  
Karyanya yang menguras air mataku dengan potongan-potongan kisahnya yang amazing berhasil memberi efek pada kejombloan yang sedang aku jalani. 

Setelah membaca karyanya, aku semakin yakin bahwa pilihanku untuk mejomblo adalah pilihan yang paling tepat.

Jomblo bukan berarti hatiku keras dan tidak merasakan yang namanya cinta, hanya saja aku mempersembahkan cintaku hanya kepada sang Maha cinta, yang paling berhak atas cinta yang aku miliki.

Jomblo juga bukan berarti aku tidak punya jodoh impian.  
Berbicara tentang jodoh impian, pastilah semua orang berharap dijodohkan dengan orang yang sesuai dengan tipe mereka, begitu juga dengan aku. 

Aku berharap jodohku adalah orang yang kayak Akhyar, jodoh Syadzi dalam novel HATIKU BERHENTI DI KAMU. 
Menurutku dia orang yang perfect, agamanya, akhlaknya, caranya memperlakukan wanita, pokoknya jodoh impian banget deh. 
Bahkan Sahabat-sahabatku juga berharap jodoh yang kayak Akhyar. 


Terlepas dari itu semua, aku menyadari  bahwa hanya dengan menyandang predikat jomblo tidak menjamin akan mendapat jodoh yang aku inginkan.
Semua itu harus dibarengi dengan banyak-banyak memperbaiki diri, mengisi kesendirian dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha cinta, memberikan cinta hanya kepada yang halal. 

Karena aku percaya jodoh adalah cerminan diri kita. Jika kita baik insyaAllah jodoh kita pun baik.


Tapi di sisi lain, aku tidak dapat menyangkal cinta yang datang menyapaku, menyapa hatiku dengan ribuan bunga dan kupu-kupu nan indah.

Ingin ku ungkapkan, tapi rasa malu mengalahkan rasa cinta itu. Hingga akhirnya aku memilih memendam rasa, membungkusnya rapat-rapat dalam lubuk hatiku, sampai tak seorang pun yang tahu, bahwa aku selalu menyimpan namamu dalam setiap sujudku.

Entah itu sejak kapan dan sampai kapan. 
Yang aku tahu aku mencintaimu dalam diam dan  menyampaikan rinduku lewat doa, karena aku percaya suatu saat nanti doa akan menunjukkan keajaibannya.



0 komentar: