AKU JOMBLO
By : Edelweiis (Faedah)
Di
tengah keheningan kelas yang sedang istirahat,
tinggallah aku dan ke lima
sahabatku yang sedang dilanda rasa malas untuk keluar kelas,
bahkan hanya untuk
melihat keadaan di luar..
“mau cerita apa nih?“ tiba-tiba Ila memecah kaheningan
diantara kami sambil duduk di sampingku.
“bagaimana kalau cerita tentang cinta pertama“
jawab Elmy, sahabatku yang paling pintar.
“kayaknya seru tuh” timpal Zahra,
sahabatku yang cerewet.
“mulai dari siapa dulu nih? lanjut Izka, sahabatku yang
cubby, sambil menatap kita
semua satu persatu….tajem banget cuy.
“aku ngikut aja deh “ jawab Dian dengan
santai , sahabatku yang kalem.
Dan
aku (sahabat mereka yang paling muda, hehehe dan pemalu) hanya diam mengiyakan.
Satu
per satu sahabatku telah manceritakan kisah cinta pertama mereka, dan kini
giliranku yang bercerita.
Aku hanya bercerita tentang kapan aku jatuh
cinta untuk pertama kalinya.
Entah mengapa, aku malu untuk bercerita tentang
cinta pada siapa pun bahkan sahabatku sendiri.
“Fiya ngak seru nih“
ledek Izka, diikuti dengan sahabatku yang lain.
Bahkan
ketika mereka mendesakku, sungguh aku tidak bisa. Aku hanya menanggapinya
dengan senyam-senyum.
Dimata
sahabat-sahabatku, aku terkenal
sebagai anak yang polos dan tidak peduli dengan dunia percintaan, dan hasilnya
aku masih jomblo.
Dan jika ada sebuah nominasi
untuk jomblo paling awet, mungkin aku termasuk salah satunya, hehehe...
bayangin
aja,
dari zaman prasejarah
hingga zaman sekarang ngak pernah merasakan yang namanya pacaran, awet banget
kan ?
Tapi, aku jomblo bukan
karena tidak laku ya,
banyak hal yang membuatku memilih untuk jomblo, salah satunya, menurutku
pacaran itu cuman buang-buang waktu saja.
Masih banyak, bahkan sangat banyak
hal positif yang bisa dilakukan selain pacaran,
aku juga tidak habis pikir kok
ada ya orang yang mau
diatur sana sini sama pacarnya, orang yang belum tentu menjadi jodohnya.
Dan
yang paling penting dilarang keras dalam agama.
Dalam
Al-Quran pun dikatakan bahwa “janganlah
kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji”.
Tuh kan, mendekatinya
saja dilarang apalagi dilakukan. Naudzubillah….
Aku bahkan sangat
bersyukur tidak pernah mengalami yang namanya pacaran, terhindar dari yang
namanya sakit hati gara-gara cowok, galaulah, apalah dan sejenisnya. Seperti
nasehat salah satu sahabatku
“Fiya, jangan pernah coba
yang namanya pacaran, pacaran itu menguras air mata dan bikin sakit hati,
mending langsung nikah aja” nasehatnya mantep
amat ya…..
Kecuekanku
dengan dunia percintaan, membuatku sibuk dengan duniaku sendiri.
Ya
aku sebut dengan dunia buku.
Menjelajah kisah
inspiratif lewat buku sangatlah luar biasa, hingga aku merasa berada dalam
lingkaran tumpukan buku dengan aromanya yang khas sangatlah menyenangkan.
Sampai suatu ketika aku menemukan novel yang
sangat inspiratif.
Eka Y Salem, penulis novel HATIKU BERHENTI DI KAMU.
Karyanya
yang menguras air mataku dengan potongan-potongan kisahnya yang amazing berhasil
memberi efek pada kejombloan yang sedang aku jalani.
Setelah membaca karyanya,
aku semakin yakin bahwa pilihanku untuk mejomblo adalah pilihan yang paling
tepat.
Jomblo
bukan berarti hatiku keras dan tidak merasakan yang namanya cinta, hanya saja
aku mempersembahkan cintaku hanya kepada sang Maha cinta, yang paling berhak
atas cinta yang aku miliki.
Jomblo
juga bukan berarti aku tidak punya jodoh impian.
Berbicara tentang jodoh impian, pastilah semua orang berharap
dijodohkan dengan orang yang sesuai dengan tipe mereka, begitu juga dengan aku.
Aku berharap jodohku adalah orang yang kayak Akhyar, jodoh Syadzi dalam novel
HATIKU BERHENTI DI KAMU.
Menurutku dia orang yang perfect, agamanya, akhlaknya,
caranya memperlakukan wanita, pokoknya jodoh impian banget deh.
Bahkan Sahabat-sahabatku
juga berharap jodoh yang kayak Akhyar.
Terlepas dari itu semua, aku menyadari
bahwa hanya dengan menyandang predikat jomblo tidak menjamin akan
mendapat jodoh yang aku inginkan.
Semua itu harus dibarengi dengan
banyak-banyak memperbaiki diri, mengisi kesendirian dengan mendekatkan diri
kepada Sang Maha cinta, memberikan cinta hanya kepada yang halal.
Karena aku
percaya jodoh adalah cerminan diri kita. Jika kita baik insyaAllah jodoh kita
pun baik.
Tapi
di sisi lain, aku tidak
dapat menyangkal cinta yang datang menyapaku, menyapa hatiku dengan ribuan
bunga dan kupu-kupu nan indah.
Ingin ku ungkapkan, tapi rasa malu mengalahkan
rasa cinta itu. Hingga akhirnya aku memilih memendam rasa, membungkusnya
rapat-rapat dalam lubuk hatiku, sampai tak seorang pun yang tahu, bahwa aku
selalu menyimpan namamu dalam setiap sujudku.
Entah itu sejak kapan dan sampai
kapan.
Yang aku tahu aku mencintaimu
dalam diam dan menyampaikan rinduku
lewat doa, karena aku percaya suatu saat nanti doa akan menunjukkan
keajaibannya.






0 komentar:
Post a Comment