Salam dari Makassar
Assalamualaikum Ukhti 😃
Wah, lama ya kami para pengurus di blog ini tidak penah lagi
memposting cerita, artikel bahkan puisi di sini. Maaf ya Ukhti, karena
kesibukan kami sehingga kami jarang bahkan tidak memiliki waktu untuk menulis
disini.
Ehm. Tapi selama saya tidak menulis di blog ini,
saya banyak mengamati lingkungan sekitar saya, terlebih di lingkungan tempat
tinggal saya (Kos-kosan). Ya, sebagai orang yang sudah ngekos selama dua tahun
membuat saya mengerti betul kehidupan orang-orang dari luar daerah yang datang
ke kota besar untuk kuliah atau mencari kerja yang layak. Suka dukanya jadi
anak kos-kosan itu banyak sekali teman-teman, terlebih jika kos yang kita
tempati sudah seperti asrama dan didalamnya campur baur (Maksudnya ada cewek
dan cowoknya).
Kalian pernah perhatikan tidak teman kalian yang
sewaktu di kampung itu gayanya berbeda dengan gayanya ketika sudah sampai di
kota. Saya juga ada tuh teman yang sewaktu di kampung dia alim, penampilannya
rapi dan jarang ikut organisasi kecuali yang ada sangkut pautnya dengan
Keagamaan. Begitu sampai di kota, kurang dari satu tahun saja penampilannya
sudah berubah drastis. Penampilannya, subhanaAllah acak-acakannya, rambutnya
dipanjangin, ditambah kumis lagi, katanya sih itu jati dirinya. Ya kalau masih
ingat Allah dan Shalatnya masih terjaga sih Alhamdulillah. Kalau shalatnya
sampai di tinggal juga? Apa kata Allah nantinya?
Banyak kejadian loh teman-teman saya yang datang
ke kota untuk kuliah atau bekerja, tapi di tengah jalan harus kembali ke
kampung karena berbagai hal. Naudzubillah. Semoga itu tidak terjadi kepada kita
ya ukhti.
Nah, sebagai anak dari daerah. Bagaimana caranya
bertahan di kota dengan tetap memegang teguh prinsip yang kita anut sejak SMA. Saya
punya sedikit tips nih buat teman-teman yang ingin melanjutkan study di kota
agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.
1. Dekatkan diri kepada Allah
Dekat dengan Allah Subhanahuwata’ala tidak akan ada
ruginya loh ukhti. Justru ketika kita merasa dekat dengan sang pencipta akan
memberikan rasa aman dalam diri kita. Allah akan menjaga dan menjauhkan kita
dari godaan-godaan orang kota yang menginginkan kita hancur selama kita
menuntut ilmu atau sedang mencari nafkah di kota. Eits jangan salah. Persaingan
dikota sangat ketat, semua orang ini menjadi yang terbaik sehingga mereka akan
rela melakukan apapun untuk menjatuhkan kita. Jika kita gagal, siapa yang menanggung
malu?
2. Ingat orang tua serta sanak saudara yang kita tinggalkan
Ketika hendak melakukan perbuatan buruk,
orang-orang yang selalu memegang amanat orang tuanya pasti akan berfikir dua
kali jika ingin melakukan keburukan. Jangan pernah rusak kepercayaan yang
diberikan orang tuamu kepadamu teman. Sebab kepercayaan itu ibarat kertas,
sekali di remas tidak akan kembali menjadi baik seperti semula.
3. Pandai-pandai memilih teman
Teman bisa saja menjadi senjata terbesar untuk
membuat kita masa depan kita yang seharusnya cerah menjadi hancur. Dan itu
tergantung dari kitanya. Siapa yang menjadi teman kita selama kita berada jauh
dari jangkauan keluarga. Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah hadist yang
mengatakan begini :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan
teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan
tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu
minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum
darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu
terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)
Mungkin hanya itu
yang bisa saya tulis teman-teman. Semoga bermanfaat. Mohon tinggalkan kritik dan saran teman-teman di kolom komentar. Jika ada pertanyaan juga boleh. Nasehatilah kami sebagai saudara, bukan sebagai pihak yang ingin di benci.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.😊😊






0 komentar:
Post a Comment