Wednesday, 24 August 2016

A Piece of story: Peduli Dalam Diam

Peduli dalam Diam

By : Regina Eporia Lukiska

Matamu tak akan pernah bohong.
Setiap detik kau curi untuk sekedar memandangiku dari kejauhan.
Namun setiap kali aku menoleh untuk membalas pandanganmu,
mataku selalu kau pojokkan.
Tapi aku tahu kau memperhatikanku.

Mimpiku bukan hanya sekedar bunga tidur.
Setiap kali kau hadir di mimpiku,
ku tahu ada bahasa yang ingin kau ungkap,
ada rasa yang ingin kau utarakan.
Namun setiap kali pula aku mencoba memberi kesempatan,
aku selalu kau tinggalkan.
Tapi aku tahu kau merindu

Suaraku begitu merdu bagimu.
Setiap kali aku berbicara dengan begitu cepatnya, telingamu peka.
Bagimu suaraku adalah rangsangan.
Kakimu akan perlahan mendekati suaraku.
Namun, setiap kali namamu kulantunkan, aku selalu diacuhkan.

Tapi aku tahu kau mencariku,
Bahkan setiap kali aku terlihat sendiri,
kau meminta seseorang untuk menemaniku.
Tidak akan kau biarkan aku sendiri.
Namun ketika kuminta kedatanganmu, 
yang kuterima hanya bayang-bayangmu.
Tapi aku tahu kau peduli.
 

0 komentar: